Sejak pekan lalu, mulai bermunculan blog yang membahas tentang hilangnya siaran Bloomberg TV Indonesia (BTVID) di beberapa paid TV. Bisa baca di sini dan ini. Herannya, mereka bisa mendapat informasi bahwa content provider spesialis ekonomi dan bisnis ini akan tutup. Spekulasi ini dipicu oleh eksodus anchor-anchor ternama dan sebagian besar (hampir 70%) awak redaksi. Padahal BTVID dikabarkan akan diakuisisi Grup Bosowa pada akhir tahun lalu.
Pada Jumat (28/8), manajemen mewakili pemegang saham mayoritas (Recapital) memutuskan menutup dan menghentikan operasional BTVID. Content provider franchise dari Bloomberg L.P., New York ini resmi berhenti mengudara per 31 Agustus 2015.
*****
Gelombang PHK sudah dimulai pada 17 Juni 2015, sehari sebelum bulan Ramadhan. Sungguh, kado pahit menjelang bulan suci. Alasan PHK adalah perusahaan melakukan restrukturisasi, efisiensi jumlah pegawai karena operational expense tinggi sedangkan income sangat sedikit.
Siapa yang di-PHK? Yang masa kerja di bawah satu tahun, yang bergaji di bawah Rp10 juta, dan yang bergaji di atas Rp10 juta.
Gelagat ketidakpastian masa depan perusahaan ini dirasakan pada Mei 2015 saat gaji bulanan dibayarkan dicicil sebanyak tiga kali. Bagi yang cepat menyadari pertanda buruk ini, segera mencari peluang baru.
Akhirnya, perusahaan mengumumkan PHK untuk sebagian besar karyawan pada Juni 2015 dan berjanji membayar pesangon mulai akhir Juni. Pesangon pun skemanya dicicil, sodara-sodara!
Saya tidak akan menjelaskan secara detail prosesnya karena takutnya ada data dan informasi yang keliru. Proses pembayaran pesangon masih berjalan karena perusahaan belum membayarkan pesangon sepeser pun sejak PHK pada Juni 2015.
Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang mendukung BTVID selama mengudara. Mohon maaf BTVID tidak bisa lagi berkontribusi kepada industri ini. Semoga selama mengudara, BTVID meninggalkan kesan yang baik.
Berkat kejadian ini, saya pun mengambil keputusan besar sepanjang karier saya di media. Saya memutuskan "gantung kartu pers" alias bekerja di corporate atau perusahaan non media. Saya mendapatkan kesempatan untuk menggali potensi sebagai Media & Investor Relations di suatu perusahaan jasa keuangan.
Saya merasa sudah cukup menimba pengalaman di dunia jurnalistik selama 5 tahun. Sayang nggak rasanya? Sayang banget melepas semua kesempatan dan privilege sebagai wartawan. Tetapi, jika ingin melangkah maju dan mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik, you have to let go the past.
The truth is hard to swallow but don't cry, let's move on and go for the better opportunity!
*** Update ***
Pada 1 September 2015, pemegang saham mulai membayarkan pesangon sebagian karyawan yang di-PHK pada 17 Juni 2015. Pesangon yang dibayarkan belum full tetapi lebih baik daripada tidak ada pembayaran sama sekali.
*** Update ***
Pada 28-29 September 2015, pemegang saham telah melunasi pesangon sebagian karyawan yang di-PHK. Sebagian yang dicicil 9x dan 15x, juga mendapatkan akumulasi 3 bulan cicilan.





































