Showing posts with label Sports. Show all posts
Showing posts with label Sports. Show all posts
Monday, August 21, 2017
Get Fit & Beautiful with #nudeattitude
Sabtu (19/8) pukul 6 pagi, saya sudah tiba di SKYE, resto yang berada di lantai 56 Menara BCA, Thamrin, Jakarta Pusat. Saya excited sekali karena akan berolahraga zumba di salah satu tempat hangout yang berada di puncak skycrapper Ibukota. Semua berkat Beauty Journal dan Make Over Cosmetics.
Wednesday, April 5, 2017
Atasi Masalah Bau Keringat dengan Downy
Rutin berolahraga tidak hanya membuat tubuh lebih sehat dan bugar tetapi juga memproduksi keringat yang bikin tubuh beraroma tak sedap.
Wednesday, June 8, 2016
#IndonesiaSSP Crowd Favorite
| Pict source here |
Kami berpikir "beli dulu saja tiketnya daripada kehabisan seperti tahun lalu," dan berharap setidaknya ada satu wakil Indonesia yang bertanding di laga final pada Minggu, 5 Juni lalu.
Ini adalah kali pertama saya menyaksikan langsung final Indonesia Super Series Premier di Istora Senayan. Saya dan suami selalu menonton siaran rangkaian turnamen Badminton World Federation series ini melalui siaran televisi.
Hingga Sabtu (4/6) hanya tersisa Ihsan Maulana Mustofa dari tunggal putra Indonesia. Ihsan yang belum masuk 10 besar peringkat dunia harus bertempur mengamankan satu spot final. Pesimistis, Ihsan berjumpa dengan peringkat dua dunia, yakni Dato' Lee Chong Wei.
Sudah diduga Ihsan kalah melawan LCW. Dato' Wei melenggang ke final berjumpa dengan Jan O Jorgensen, tunggal putra asal Denmark dan peringkat lima dunia. Semoga masih ingat, Jorgensen adalah salah satu kontributor poin yang membuat Denmark memupuskan harapan Indonesia memboyong Thomas Cup 2016.
Menurut suami, venue tidak terisi penuh. Masih terlihat jelas ada spot kosong bahkan EO masih menjual tiket on the spot. Bisa saja hal ini terjadi karena tidak adanya perwakilan Indonesia melaju ke final.
Lantas siapa yang didukung para penonton yang mayoritas orang kita? Ya para atlet asing yang bertanding itu. Tetapi, tentu saja ada atlet yang menjadi crowd favorite.
Pada laga women's doubles, penonton lebih menyuarakan dukungan kepada pasangan China Tang Yuanting dan Yu Yang ketimbang pasangan Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi. Apa daya, Misaki & Ayaka yang memang peringkat satu dunia, yang menjadi juara.
Yang paling menarik dan tentunya paling heboh adalah laga men's singles LCW dan Jorgensen. LCW menjadi crowd favorite dibandingkan dengan Jorgensen. Padalah LCW mengalahkan pemain Indonesia pada semifinal, kemudian asalnya dari Malaysia, yang hubungan diplomatiknya on-off dengan Indonesia.
Jorgensen yang baru saja berjasa membawa Denmark menang Thomas Cup untuk pertama kali, sering dicemooh penonton. Cibiran dan seruan "huuuuu" menggema setiap Jorgensen melakukan smash. Pendukung Jorgensen juga ketiban sial. Sekumpulan mbak-mbak atau dedek-dedek yang setia menggaungkan namanya juga disoraki. Ciyan bener, hehehe.
Crowd berseru "Eaa" ketika LCW melakukan smash dan langsung berubah "Huuuuu" ketika giliran Jorgensen yang smash.
Suami saya menimpali "Masih kesel gara-gara Denmark, Indonesia kalah di Thomas Cup". Crowd seakan tidak rela melihat Jorgensen menang di ajang ini. Bak luka yang menganga, belum sembuh pula, akan semakin perih ditaburi garam #apasih.
Publik bersorak-sorai ketika LCW yang menang. The mission's accomplished! Tetapi, saya menjadi respect dengan Jorgensen. Meskipun kecewa karena kalah, dia dengan rendah hati menghampiri LCW untuk mengucapkan selamat dan minta bertukar jersey. Wow, histeris dong pas liat langsung tubuh Jorgensen yang sixpack dan tatoan.
Sebelumnya, Jorgensen juga kalah di negara LCW pada Malaysia Open 2016. Mungkin ini ibarat pertandingan perpisahan karena LCW kabarnya akan "gantung raket" setelah Olimpiade mendatang.
Giliran men's doubles, giliran cewek-cewek yang kecentilan karena ada mas-mas bermata sipit dan berotot siap memanjakan mata. Bisa ditebak, pasangan asal Korea Selatan, Lee Yong-dae dan Yoo Yeong-seong yang dielu-elukan karena wajah menawan mereka.
Crowd pun berseru "Dae han mingguk" untuk Lee & Yoo. Berkat dukungan fans lokal, Lee & Yoo berhasil menang untuk pertama kali sepanjang tahun ini.
Kami pun mengagendakan event ini menjadi agenda wajib tahunan ke depannya. Saya selalu ingin berjumpa para atlet tangguh mancanegara ini. Saya suka mencermati permainan bulu tangkis tunggal putri dari Thailand, Ratchanok Intanon dan Nozomi Okuhara dari Jepang. Sayang, tidak berjumpa mereka di final.
Friday, June 12, 2015
Bali Green Run: The 13K that Devastated Us
"Lari marathon 13 kilo tanpa persiapan maksimal, you just chose to kill yourself"Akhir bulan lalu, kami nekad ikut event lari marathon yang diselenggarakan Astra International Tbk. Soalnya event Bali Green Run, Astra Green Lifestyle berbarengan dengan trip kami di Bali. Sekalian aja, having fun lari-larian di Bali.
Marathon ini berlangsung di Elephant Safari Park & Lodge, Desa taro, Tegallalang, Ubud, Bali. Awalnya kami berpikir, seluas apa sih taman gajah ini sehingga rute larinya sampai 13 km?
Selain 13K, juga ada lari rute 6K yang mungkin lebih sesuai dengan kami. Sayang, keburu sold out dan kebagiannya yang rute panjang.
Berangkatlah kami dari Jakarta menuju Bali lengkap dengan sepatu olahraga, pakaian, dan handuk kecil. Meskipun ngga ada persiapan untuk ikut lari 13 km.
Minggu (31/5) pukul 06.00 pagi, kami dijemput driver Bli Wayan, driver baik hati yang baru didapat pukul 8 semalam. Bawa mobilnya ngebut karena jalanan masih sepi.
![]() |
| Pillow face sebelum lari 13K |
Kami tiba di Elephant Safari Park & Lodge 1,5 jam kemudian. Sebenarnya, panitia juga menyediakan shuttle tetapi meeting point-nya di Sanur dan Ubud, cukup jauh dari hotel kami di Kuta. Kami memilih menyewa mobil supaya lebih leluasa singgah ke mana aja.
Marathon ngga lengkap tanpa racepack. Kami diberi racepack berisi kaos Bali Green Run 2015 dari Reebok, chip pencatatan waktu ChampionChip, buku panduan Lomba, botol Minum 700ml, dan souvenir dari sponsor lain. Para pelari juga dilindungi oleh asuransi Astra Life.
Ini adalah event lari pertama yang saya dan suami ikuti. Suami sebenarnya sporty banget tetapi lama-lama ketularan malesnya saya, hehehe.
Kami mulai lari pukul 08.10, awalnya sih lari beneran selama beberapa menit. Lama-lama berakhir dengan jalan kaki, hahaha.
Sepanjang rute lomba 13,3K, medannya amit-amit bener karena bukan merupakan track yang lurus mulus kayak jalan tol Cikapali. Ini mah lari lintas alam karena harus naik-turun bukit, jalan di pematang sawah, masuk ke hutan, capek deh!
Beberapa kali saya ingin menyerah dan diangkut mobil medis saja. Tetapi, suami tercinta terus menyemangati bahwa kami mampu mencapai garis finis. Bahkan dia menggandeng sekaligus menyeret saya saat melewati medan tanjakan curam, hehehe. He's a very supportive husband :")
Water station pertama terletak menuju kilometer ke-3. Panitia menyediakan air mineral dan Pocari Sweat dalam gelas-gelas kecil. Segelas ngga cukup untuk minuman isotonik, boleh nambah lho!
Serunya, rute yang kami tempuh menawarkan pengalaman lari yang tidak biasa. Kami melewati beberapa lokasi khas setempat dan disambut oleh atraksi warga sana.
Ada Banjar Taro Kaja, Pura Agung Gunung Raung, Banjar Puakan, Hutan Binaan Astra, Pura Dalem, Banjar Pakuseba, dan obyek wisata Lembu Putih.
Tetapi, karena takut tertinggal dan disalip peserta lain, saya nggak foto-foto selama lari, eh jalan kaki.
Akhirnya, kami mencapai garis finis setelah berjalan kaki selama 3 jam 7 menit! What a long long lame lame journey! Bahkan, kami papasan dengan peserta yang udah selesai. Kami aja belum capai finis, mereka udah santai pulang.
Sampai finis, untung masih ada panitia. Saya kira mereka udah mulai beresin tenda, hahaha. Saya tetap disambut meriah, disalami mas-mas bule nan jangkung, dikasih air minum, pisang, dan dikalungi medali. YAY!!!!
![]() |
| YAY! Berhasil, berhasil, HOREEEE! |
![]() |
| Suami dan medali perdana |
![]() |
| I nailed it! |
Elephant Safari Park Lodge adalah salah satu tujuan wisata edukasi di Ubud. Suasananya hijau dan rimbun karena banyak pohon. Kami pun berjumpa gajah yang sedang mengangkut pengunjung di punggungnya. Mereka berjalan menyusuri kolam besar atau di sekitar taman.
Kami bisa foto bareng gajah meskipun tidak beli tiket untuk elephant ride. Soalnya HTM lumayan, sekitar Rp200ribuan untuk safari ride.
Kami makan siang di Park Restaurants, yang berdesain seperti rumah panggung. Konsepnya buffet, sayangnya less appetizing bagi saya. Menunya ayam, ikan, sup, salad, nggak ada daging sapinya. Saya cuma makan sedikit karena menunya nggak menarik itu.
Overall, event Bali Green Run as part of Astra Green Lifestyle sangat menyenangkan. Meskipun oleh-olehnya rasa pegal luar biasa. Hats off to Astra, Astra Life, Reebok, Planet Sports, dan Pandara Sports atas event melelahkan ini.
Saya semakin sayang suami karena dia sosok yang tidak mudah menyerah, kooperatif, suportif, dan optimistis. Tanpa suami, saya belum tentu finis 13,3K karena baru 3 km, saya pengen nyerah.
Subscribe to:
Posts (Atom)















