Sunday, August 9, 2020

Staycation di Harris Vertu Hotel Harmoni

Miss Rona benar-benar mengacaukan kehidupan banyak orang. Sejumlah rencana yang telah tersusun, gagal terlaksana karena pandemi mematikan yang tak kunjung usai. Rencana liburan yang sudah disiapkan berbulan-bulan sebelumnya berakhir sudah.

Ketika Pemkot DKI Jakarta menyatakan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi, sektor perekonomian mular perlahan bergerak. Mall kembali dibuka, restoran, kafe, bankan hotel. Beberapa kota juga telah membuka kembali bandara untuk menerima para wisatawan lokal dengan persyaratan sangat ketat. Namun, saya belum berani melakukan perjalanan menggunakan penerbangan domestik. Tak kehabisan akal, saya pun memilih staycation sebagai satu-satunya opsi menyalurkan hasrat berlibur.

Thanks to Traveloka! Berkat flash sale, saya berhasil booking hotel di Jakarta dengan harga Rp600 ribuan untuk dua malam. Saya memilih staycation di Yello Hotel Harmoni karena suka dengan suasana artsy dan pilihan menu breakfast-nya. 
Sepekan sebelum staycation, saya menghubungi pihak hotel untuk memastikan reservasi. Dari informasi yang disampaikan oleh petugas hotel, Yello Hotel Harmoni belum dibuka untuk publik. Reservasi saya di-upgrade menjadi Harris Vertu Hotel, yang berada di lokasi yang sama dengan Yello Harmoni. Wow! Saya hampir ngga percaya jika akan menginap di Harris Vertu Hotel. Pasalnya, biaya yang saya keluarkan lebih rendah dibandingkan dengan biaya menginap satu malam di Harris Vertu Hotel. It was my luck!

Tiba saat staycation pada pertengahan Juli lalu. Masuk area hotel saja, petugas sudah melakukan pengecekan suhu tubuh dan ada hand sanitizer. Masker juga wajib digunakan selama berada di area hotel ya. Lift-nya pun menempelkan tanda untuk menjaga jarak. Harris Vertu Hotel ini berlokasi di Harmoni Exhange lantai 5, tinggal turun di lobby, masuk ke pintu khusus Harris Vertu, dan naik lift ke lantai 5.


Saya tiba di Harris Vertu Hotel setengah jam lebih awal dan segera menanyakan reservasi ke resepsionis. Pihak hotel mewajibkan deposit sebesar Rp300 ribu untuk dua malam. Saya juga membayar extra untuk sarapan pagi karena reservasi melalui flash sale hanya mencakup sarapan satu tamu. Biaya sarapan tambahan dikurangi dari deposit, totalnya Rp195 ribu untuk dua kali sarapan pagi untuk satu orang.
Proses check in berlangsung cepat dan saya langsung diizinkan untuk ke kamar sebelum pukul 2 siang. Saya mendapatkan kamar di lantai 27 dan berada di ujung koridor. Ternyata, saya mendapatkan kamar pojok di mana jendela kaca besar mendominasi dinding kamar. Ada kartu yang berisi informasi bahwa kamar ini telah disemprot disinfektan.

Kamar tipe double room ini didominasi warna putih dan perabot berwarna gelap. Selain fasilitas standar seperti flat TV, mini fridge, water heater, dan compliment bottled water, kamarnya punya mesin kopi kapsul ala Nescafe Dolce Gusto! Tetapi, pilihan kopi kapsulnya dari brand Excelso. Saya sih norak ya karena belum pernah mencoba minum kopi racikan mesin seperti ini, hehehe.
Uniknya, kamar mandi seolah-olah menyatu dengan kamar tanpa sekat. Rupanya, area kamar mandi memiliki sekat yang dapat digeser seperti sliding door. Shower dan toilet duduk juga dipisah, langka banget menemukan kamar hotel yang memisahkan area shower dan toilet. Toiletries terbilang lengkap dan dikemas dengan tas serut yang dapat dibawa pulang. Selain itu, tersedia hair dryer, setrika dan mejanya, bathrobe, dan sandal hotel. 

Seperti halnya Yello Hotel Harmoni, Harris Vertu Hotel yang berada di bawah naungan Tauzia Hotel menempatkan sofa panjang/bench di pinggir jendela. Puas banget rasanya memandangi citylight saat malam harı maupun siang hari. Apalagi saat golden hour, puas banget berfoto dengan sinar matahari yang menembus jendela kaca hotel.


Kasurnya, bed linen, dan bantalnya super nyaman karena menggunakan brand King Koil. Kualitas tidur saya jadi membaik banget begitu menyentuh kasur dan bantal empuk. Sampai hari terakhir, rasanya mager banget meninggalkan kamar hotel buat check out, hehehe.
Sebenarnya, fasilitas hotel telah dibuka untuk umum, seperti swimming pool dan gym. In-room massage service belum tersedia. Harris Vertu juga menyediakan fasilitas Bike Share alias sepeda gratis untuk gowes dari pukul 6 pagi hingga 6 sore. Cocok buat yang mau gowes di sekitar Monas-Thamrin-Sudirman.

Tetapi, saya memilih untuk di kamar saja. Nggak mati gaya kok karena ada cable TV dan koneksi internet yang lancar. Untuk makan, saya memesan melalui GoFood dan menemui driver-nya di pintu masuk Harmoni Exchange. Pengen jajan yang lain? Ada restoran padang Pagi Sore, supermarket Rezeki, dan Starbucks di sebelah hotel. Tinggal jalan kaki saja dan jangan lupa bawa tas belanja sendiri.

Paginya, saya sarapan di Voyage Restaurant yang berada di lantai 5. Pagi itu, restoran terbilang sepi untuk ukuran waktu sarapan. Tidak semua food station dibuka namun pilihan menu sarapan cukup variatif. Suasananya jelas berbeda dibandingkan dengan sebelum pandemi. Petugas resto yang mengambilkan makanan atau minuman tamu. Tamu tinggal menyebutkan pilihan makanan atau minuman, ada yang mengantarkan ke meja. Peralatan makan juga tersedia by request.
Pilihan makanan pastinya ala western: aneka olahan telur, sosis, beef bacon, dan olahan kentang. Ada bubur ayam, steam boat, buffet dengan menu khas nusantara, pastries, roti panggang, aneka jus, sereal, kopi, dan teh. Rasanya cukup enak di lidah tetapi kayak ada yang kurang gitu, kurang leluasa karena penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Selesai sarapan, saya menyempatkan untuk berkeliling area hotel. Berbeda dibandingkan dengan Yello Hotel yang tampil dinamis dengan dekor kekinian, berjiwa seni, didominasi warna kuning dan biru, Harris Vertu adalah versi elegan dan sophisticated. Warna gold dan gelap menjadi ciri utama interior hotel ini, selain jendela kaca besar yang memancarkan natural light. Sofa empuk di area lobby juga tampil menarik, cocok untuk spot foto.


Akses ke area swimming pool juga berperan sebagai smoking area atau sekadar duduk-duduk menikmati pemandangan di sekitar Harmoni. Deretan kursi rotan berwarna gelap juga jadi spot foto ciamik untuk konten IG. Banyak spot menarik untuk foto-foto, pintar-pintar saja memilih timing supaya ngga terganggu dengan keberadaan orang lain.




Overall, saya puas banget staycation di Harris Vertu Hotel, terlebih biaya menginapnya seharga dua malam di Yello Hotel. Bakalan menginap ke sini lagi ngga? Tentunya, jika rate-nya lagi diskon karena nyaman banget tidur dan menikmati fasilitas di Harris Vertu Hotel Harmoni. Kekurangannya, kecepatan pelayanan room service perlu ditingkatkan lagi. Saya menunggu hingga satu jam untuk menerima refill air mineral botol dan kapsul kopi. 

Tips buat staycation selama pandemi Covid-19:
  • Pastikan hotel menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti kamar disemprot disinfektan, pengaturan jarak di fasilitas umum, wajib masker, dan ketersediaan hand sanitizer.
  • Lebih baik reservasi hotel yang memiliki koneksi wifi cepat dan cable tv untuk mengatasi rasa bosan.
  • Bawa safety kit pribadi (hand sanitizer, tisu basah, disinfektan ukuran travel size).
  • Bawa masker secukupnya, menyesuaikan durasi staycation dan ganti masker setiap 3-4 jam sekali.
  • Jika dirasa perlu, silakan membawa peralatan makan sendiri meskipun hotel memastikan peralatan makanan untuk tamu higienis.
  • Kalau pengen banget merasakan fasilitas hotel, seperti kolam renang dan gym, datang saat jam sepi atau pastikan kamu berjarak dengan tamu lainnya.

2 comments:

  1. ah senangnya mba edwina sudah staycation, aq rencana bulan depan mba. hotelnya luas banget yah kamarnya juga.. sering kali nginep di harris hotelnya dan kamarnya gak luas sekali

    ReplyDelete
  2. Lovee banget liat review staycation-nya di kala pandemi gini. Moga si miss rona cepet pergi yaa. Sedih juga liat restoran cantik tapi sepi gitu pas jam breakfast..

    ReplyDelete

Halo, terima kasih sudah mampir dan membaca. Silakan tinggalkan komentar pada kolom comment di bawah. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus.