Monday, June 20, 2016

Review: Nivea Makeup Clear 2 in 1 Mud


Saya setia dengan cleanser Clean & Clear yang warna orange. Meskipun iklannya untuk segmen dedek-dedek, ini yang paling cocok dengan tipe wajah yang berminyak ini.

Saya ikutan giveaway FemaleDaily untuk mendapatkan freebies Nivea Makeup Clear yang lagi rave di-review para beauty bloggers. Lucky me, tanpa email pemberitahuan, paket Nivea Makeup Clear yang terdiri dari Nivea White Makeup Clear 2 in 1 Foam dan Nivea White Oil Control Makeup Clear Mud 2 in 1 dikirim ke kantor.

Saya memilih mencoba Nivea Makeup White Oil Control Mud 2 in 1 yang katanya cocok untuk kulit berminyak.

Klaim: "Membersihkan kotoran dan makeup serta mengurangi minyak berlebih di wajah. Menggabungkan dua kekuatan dari pembersih makeup dan sabun pembersih dalam satu produk: Makeup remover effect dan Oil control foam."


Nivea White Oil Control Makeup Clear Mud 2 in 1 ini memiliki 10 manfaat:
1. Membantu mengurangi minyak berlebih
2. Bebas kilau
3. Kulit terasa halus
4. Menyamakan warna kulit
5. Kulit tampak lebih cerah
6. Pori-pori tampak lebih kecil
7. Bantu cegah komedo hitam
8. Bantu cegah komedo putih
9. Menyamarkan spot hitam
10. Kulit terasa lembut


Setelah memakai Nivea Makeup Clear selama sepekan, minyak berkurang sedikit, jerawat lebih cepat kering, pori-pori agak mengecil. Saya menggunakan Nivea Makeup Clear ini setelah membersihkan wajah dengan Pond's Shake & Clean.

Berikut review Nivea White Oil Control Makeup Clear Mud 2 in 1.

Pros:
+ Teksturnya unik, warna metallic silver yang mudah diratakan ke wajah yang sudah dibasahi air.
+ Wanginya segar dan nggak menusuk di hidung.
+ Mengandung Pearly White untuk mencerahkan kulit 10x lebih baik dibandingkan dengan vitamin C.
+ Setelah dibilas, wajah terasa bersih tanpa efek "kaku" atau "kesat"

Cons:
- Nggak ada busanya jadi ngerasa agak kurang sensasi membersihkan wajah.
- Hanya tersedia satu ukuran 100ml.
- Belum efektif mencerahkan dark spot maupun mencegah whitehead & blackhead.
- Untuk makeup waterproof need extra effort

Price: 
Rp28 ribu - Rp31 ribu

Where to buy:
Minimarket seperti Alfamart, Superindo, Indomaret, Carrefour dll.

Repurchase:
Yes

Rating:
3 out of 5


Monday, June 13, 2016

KoreaBuys Happy Bag

Tren curated beauty box belum surut. Terbukti konsep belanja kosmetik seperti ini diminati kaum perempuan. Baik beauty e-commerce lokal maupun asing berlomba-lomba menawarkan curated beauty box yang menarik dan sesuai kebutuhan customer.

Curated beauty box, istilah yang saya gunakan, adalah kotak berisi produk kecantikan pilihan, bisa berupa makeup atau skin care. Ibaratnya menghadiahkan diri sendiri sekotak makeup atau skincare pilihan.

Terbaru, e-commerce fashion dan kosmetik terbesar asal Korea, KoreaBuys turut meramaikan curated beauty box bernama Happy Bag. 

Produk makeup dan skincare asal Korea yang dijual KoreaBuys dijamin asli. Simak brand yang dipasarkan KoreaBuys: Etude House, Missha, Tonymoly, Laneige, The Face Shop, Innisfree, dan lain-lain. 




Kebayang nggak jika salah satu produk dari brand-brand tersebut ada di dalam Happy Bag? Cukup membayar Rp200 ribu untuk Happy Box, kita bisa mendapatkan produk original Korean brand senilai Rp1 juta!

Produk ini dipilih random, keaslian terjamin, dan tentunya brand pilihan yang dijual oleh KoreaBuys. Kapan lagi bisa mendapatkan produk kosmetik atau skincare dari Korea dengan harga ekonomis?

Saya mau banget dikasih kesempatan menjadi blog tester Happy Bag KoreaBuys. Produk makeup/skin care asal Korea ini formulanya cocok untuk kulit perempuan Asia. Nggak sabar pengen coba dan berbagi pengalaman menggunakan produk-produk yang ada di dalam Happy Bag dari KoreaBuys.

Keunggulan KoreaBuys dibandingkan dengan e-commerce sejenis antara lain: beragam pilihan kosmetik maupun skincare asal Korea, promo, big sale, dan special events yang bikin kantong nggak bolong kalau belanja di sini.

Harganya murah karena KoreaBuys kasih diskon gede dan barang dikirim dengan metode delivery yang paling aman dan tercepat. Dua hal yang jadi concern kita kalau mau berbelanja online apalagi kiriman dari luar negeri. 

Dalam rangka mempromosikan Happy Bag, KoreaBuys menggelar kompetisi Ramadhan Happy Bag Mencari Blog Tester, sebagai ucapan terima kasih KoreaBuys di bulan nan suci ini. Kompetisi ini berlangsung selama 13-19 Juni 2016. Buat yang pengen menjadi blog tester Happy Bag KoreaBuys, silahkan cuss ke sini.





Black Garlic Ramadhan


Service seperti Black Garlic terasa sangat membantu saat bulan puasa ini. Beragam pilihan menu siap diolah untuk sahur maupun berbuka puasa.

Selama bulan Ramadhan ini, Black Garlic memberikan diskon khusus untuk semua menunya. Jadinya lebih hemat menyiapkan sahur atau berbuka dengan menu sekelas restoran. Pssttt, menunya beneran racikan chef loh.


Seperti yang saya review pada akhir Desember 2015, Black Garlic ini dirintis oleh pakar kuliner William Wongso. Dijamin resep makanannya jempolan dan berkualitas restoran.


Sejak April lalu, Black Garlic berkolaborasi dengan chef Kokiku TV. Para chef ini menyajikan menu andalan mereka dan bisa dicontek ibu-ibu di rumah. Bulan Juni ini, Black Garlic menggandeng Chef Ari Galih.

Selain itu, Black Garlic memperbanyak pilihan menu. Selain regular menu untuk dua porsi dan empat porsi, Black Garlic menyediakan menu sarapan.

Bagaimanan cara memesan paket siap masak di Black Garlic? Just sit back, relax!

Kita tinggal memilih menu yang disuka, bisa untuk 2 atau 4 porsi. Saat ini terdapat empat jenis menu: RAMADAN, GUEST CHEF, BREAKFAST dan ORIGINAL.

Kalau penasaran step by step memasak, kita bisa meng-klik "view details" karena akan menampilkan resep atau cara membuat menu tersebut. Ada juga beberapa menu yang dilengkapi dengan video cara memasak.

Setelah memilih menu, siap check out. Jangan lupa pilih jadwal pengiriman paket dan alamat yang lengkap. Tenang saja, Black Garlic ini free ongkir!

Jika sudah mengetahui jumlah yang harus dibayarkan, Black Garlic memiliki cara pembayaran transfer bank, kartu kredit, dan Dokupay. Kalau ingin nanya-nanya dulu, CS Black Garlic siap menjawab via pop up chat.

Paket Black Garlic dikirim dengan kardus persegi yang dilapisi dengan styrofoam. Di dalam box, terdapat bahan makanan yang dilengkapi label biru, hijau, atau merah. Kalau ada bahan makanan yang beku, seperti daging, box juga dilengkapi dengan ice pad. Bahan makanan ini tahan hingga 12 jam pada suhu ruangan.

Ibu-ibu, box Black Garlic ini jangan dibuang ya! Melalui program #greenbox, setiap tiga box Black Garlic yang dikembalikan, Black Garlic akan memberikan voucher Rp50 ribu. Jadi, kita sekaligus melalukan program 3R: reduce, reused, dan recycle.

Pekan lalu saya memesan dua menu: Daging Sapi Krewedan dengan Tumis Toge dan Blackgarlic Beef Noodle. Daging Sapi Krewedan beserta Tumis Tige hanya perlu disiapkan dalam 15-30 menit. Saya tidak sempat dokumentasikan karena segera ludes disantap untuk berbuka puasa.



Saya menyiapkan Blackgarlic Beef Noodle untuk menu berbuka meskipun ini adalah breakfast menu dari Chef Ari Galih. Saya hanya perlu memotong beberapa bahan karena memang dikirimkan secara utuh, seperti bawang merah, bawang putih, cabe merah besar, cabe hijau besar, dan daun bawang. Petunjuk cara memasak sudah jelas menginformasikan step by step-nya.

Berkat menu Black Garlic ini, persiapan memasak untuk sahur dan berbuka puasa jadi tidak repot. Nggak perlu pusing memikirkan menu dan berbelanja bahannya karena sudah disiapkan Black Garlic. Apalagi bisa menghemat uang, waktu, dan tenaga daripada berbuka puasa di restoran. Harus datang lebih awal, rebutan order, penuh sesak, bahkan makanan datang lebih lama.


Kalau tertarik mencoba memasak ala Chef William Wongso, bisa gunakan kode referral buat dapatkan potongan harga senilai Rp100 ribu, minimal pemesanan Rp200 ribu:

 BGEDWINAHIDAYAH

Dijamin menu Black Garlic tidak kalah sehat karena tidak mengandung MSG, bahan pengawet, pestisida, serta no pork and no lard!



Thursday, June 9, 2016

Review: Etude House Precious Mineral BB Cream Blooming Fit in Natural Beige


Setelah BB cream Revlon berubah tekstur, saya mencoba BB cream Etude House yang kebetulan promo gratis dari launching Althea Korea.

Saya pilih varian Natural Beige, pilihan aman untuk warna kulit saya. Oh my, I was totally wrong! When the package arrived, the products was too light for my complexion. That's so disappointing!

Tetapi, saya coba untuk pakai tipis-tipis dan berbedak setelah itu. Hasilnya, not bad! Not too chalky atau "dempulan" banget yang wajah dan leher beda warna.

Berikut review Etude House BB Cream Blooming Fit in Natural Beige.

Pros:
+ Kemasannya berbentuk pump dan nggak bleberan. 
+ Isinya generous, 60gr untuk BB cream bentuk lotion.
+ Teksturnya kental namun lightweight, mudah diratakan.
+ For all skin type!
+ Mengandung formula 3 in 1: whitening, anti wrinkle, dan UV protection (SPF30).
+ Mampu menutup dark spot dan bekas jerawat dengan baik. Tetapi masih perlu concealer supaya benar-benar tidak terlihat.
+ Mudah diratakan ke seluruh wajah.
+ Hemat pemakaian karena hanya perlu small drop for the entire face.
+ Sheer to medium coverage after patting compact powder.
+ Dewy finish.


Cons:
- A bit too light for my complexion.
- No oil control sehingga hanya bisa menahan minyak 2-3 jam.



Price:
Rp161.100

Where to buy:
Althea Korea

Repurchase:
No

Rating:
3 out of 5


Wednesday, June 8, 2016

#IndonesiaSSP Crowd Favorite

Pict source here
Ketika final Indonesia Super Series Premier 2016 tidak ada wakil dari Indonesia, rasanya wajah ini tercoreng jelaga. Saya dan suami sudah membeli tiket kelas 1 seharga Rp250 ribu per orang untuk menyaksikan laga final turnamen badminton yang hadiahnya USD900 ribu ini.

Kami berpikir "beli dulu saja tiketnya daripada kehabisan seperti tahun lalu," dan berharap setidaknya ada satu wakil Indonesia yang bertanding di laga final pada Minggu, 5 Juni lalu.

Ini adalah kali pertama saya menyaksikan langsung final Indonesia Super Series Premier di Istora Senayan. Saya dan suami selalu menonton siaran rangkaian turnamen Badminton World Federation series ini melalui siaran televisi.

Hingga Sabtu (4/6) hanya tersisa Ihsan Maulana Mustofa dari tunggal putra Indonesia. Ihsan yang belum masuk 10 besar peringkat dunia harus bertempur mengamankan satu spot final. Pesimistis, Ihsan berjumpa dengan peringkat dua dunia, yakni Dato' Lee Chong Wei.

Sudah diduga Ihsan kalah melawan LCW. Dato' Wei melenggang ke final berjumpa dengan Jan O Jorgensen, tunggal putra asal Denmark dan peringkat lima dunia. Semoga masih ingat, Jorgensen adalah salah satu kontributor poin yang membuat Denmark memupuskan harapan Indonesia memboyong Thomas Cup 2016.

Menurut suami, venue tidak terisi penuh. Masih terlihat jelas ada spot kosong bahkan EO masih menjual tiket on the spot. Bisa saja hal ini terjadi karena tidak adanya perwakilan Indonesia melaju ke final.

Lantas siapa yang didukung para penonton yang mayoritas orang kita? Ya para atlet asing yang bertanding itu. Tetapi, tentu saja ada atlet yang menjadi crowd favorite.

Pada laga women's doubles, penonton lebih menyuarakan dukungan kepada pasangan China Tang Yuanting dan Yu Yang ketimbang pasangan Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi. Apa daya, Misaki & Ayaka yang memang peringkat satu dunia, yang menjadi juara.

Yang paling menarik dan tentunya paling heboh adalah laga men's singles LCW dan Jorgensen. LCW menjadi crowd favorite dibandingkan dengan Jorgensen. Padalah LCW mengalahkan pemain Indonesia pada semifinal, kemudian asalnya dari Malaysia, yang hubungan diplomatiknya on-off dengan Indonesia. 



Jorgensen yang baru saja berjasa membawa Denmark menang Thomas Cup untuk pertama kali, sering dicemooh penonton. Cibiran dan seruan "huuuuu" menggema setiap Jorgensen melakukan smash. Pendukung Jorgensen juga ketiban sial. Sekumpulan mbak-mbak atau dedek-dedek yang setia menggaungkan namanya juga disoraki. Ciyan bener, hehehe.
Crowd berseru "Eaa" ketika LCW melakukan smash dan langsung berubah "Huuuuu" ketika giliran Jorgensen yang smash.

Suami saya menimpali "Masih kesel gara-gara Denmark, Indonesia kalah di Thomas Cup". Crowd seakan tidak rela melihat Jorgensen menang di ajang ini. Bak luka yang menganga, belum sembuh pula, akan semakin perih ditaburi garam #apasih.

Publik bersorak-sorai ketika LCW yang menang. The mission's accomplished! Tetapi, saya menjadi respect dengan Jorgensen. Meskipun kecewa karena kalah, dia dengan rendah hati menghampiri LCW untuk mengucapkan selamat dan minta bertukar jersey. Wow, histeris dong pas liat langsung tubuh Jorgensen yang sixpack dan tatoan. 

Sebelumnya, Jorgensen juga kalah di negara LCW pada Malaysia Open 2016. Mungkin ini ibarat pertandingan perpisahan karena LCW kabarnya akan "gantung raket" setelah Olimpiade mendatang.



Giliran men's doubles, giliran cewek-cewek yang kecentilan karena ada mas-mas bermata sipit dan berotot siap memanjakan mata. Bisa ditebak, pasangan asal Korea Selatan, Lee Yong-dae dan Yoo Yeong-seong yang dielu-elukan karena wajah menawan mereka. 

Crowd pun berseru "Dae han mingguk" untuk Lee & Yoo. Berkat dukungan fans lokal, Lee & Yoo berhasil menang untuk pertama kali sepanjang tahun ini.

Kami pun mengagendakan event ini menjadi agenda wajib tahunan ke depannya. Saya selalu ingin berjumpa para atlet tangguh mancanegara ini. Saya suka mencermati permainan bulu tangkis tunggal putri dari Thailand, Ratchanok Intanon dan Nozomi Okuhara dari Jepang. Sayang, tidak berjumpa mereka di final.






Review: Bourjois New Blush Pastel in Rose d'Or

Selain BREV, baked blush on ini adalah favorit saya dari Bourjois. Saya sudah menggunakan ini sejak tahun lalu bahkan hampir mencapai habisnya masa pemakaian yang dianjurkan.

Baked blush on ini unik karena ada hint golden shimmery yang bikin wajah terlihat glowing naturally. It's worth the price, terkesan "mahal" dan produknya awet dipakai.


Ketika saya beli, nama produknya Bourjois Little Round Pot Blusher. Entah kenapa namanya berubah.

Ini review saya selama menggunakan Bourjois blush on in Rose d'Or.

Pros:
+ Kemasannya berbentuk bulat compact seperti pot, yang sudah dilengkapi kaca dan brush mungil. Ada magnet yang nggak bikin tutup mudah terbuka. Nggak makan tempat di dalam makeup pouch.
+ Wangi Rose yang khas, smell so vintage.
+ Ada beragam pilihan warna.
+ Cocok untuk daily makeup karena nggak "berat" dan menor.
+ Teskturnya halus dan lightweight.
+ Warnanya pigmented.
+ Cukup 1-2 swipe, pipi udah pink merona dengan hint gold.
+ Paraben free!
+ Result: a healthy-glow natural cheeks.
+ Berat 2,5 gr
+ Made in France
+ Masa pemakaian 18 bulan.
+ Awet banget! Hampir mau habis masa pemakaian tetapi belum hit the pan.


Cons:
- Helaian kuas bawaan kadang rontok, maklum pemakaian udah lebih dari setahun.
- Brush ini helaiannya agak kasar dan susah nge-blend blush on pada area pple of the cheeks.
- Staying power 4-5 jam tanpa touch up dan keringetan alias dalam ruangan ber-AC. Nanti akan perlahan hilang sampai nggak berbekas di wajah.
- Harganya agak pricey dibandingkan dengan drugstore brand sejenis.
- Coba pakai kabuki brush Armando Carusso, butiran blush on nggak nempel.

Price:
Rp166 ribu

Where to buy:
Sociolla

Repurchase:
Yes

Rating:
4 out of 5


Thursday, June 2, 2016

People's Series: Introduction


Berkecimpung di dunia jurnalistik sejak 2009 membuat saya "kenyang" berhadapan dengan beragam karakter manusia. Tentu setiap jurnalis memiliki kisahnya masing-masing berhadapan dengan narasumber atau orang di sekeliling narasumber.

Saya terinspirasi dengan karya Icha yang rutin menulis percakapan konyol dia dan suaminya JG di "When It's Only JG & AST" di Annisast.com. Icha juga telah menulis kisahnya menjadi reporter khusus K-Pop pertama di jagad jurnalistik Tanah Air bahkan dipublikasikan menjadi buku.

Saya akan menamai blog post yang didedikasikan khusus untuk para narasumber dan segudang kisah lucu-unik-menarik-menyebalkan ini sebagai "People's Series".

#1
Saat Pilpres memanas pada 2014, tempat saya bekerja mengemas tema khusus ekonomi-politik. Saya mengundang seorang pengamat politik sebagai narasumber segmen dialog. Sebelumnya Bapak ini pernah diundang live dialog di studio.

Saya (Ed): "Halo, Pak. Apa sudah sampai di lobby utama? 10 menit lagi kita live."
Narasumber (X): "Saya sudah sampai kok. Saya sudah di ruang tunggu di lantai 4."
Ed: "Ah yang bener, Pak? Studio kami di lantai 9, nggak ada di lantai 4."
X: "Bener kok ini, live di K**p** TV kan?"
Ed: "Oalahhhh! Pak, kami ini BTV, studio di Gedung T*T, bukan Palmerah."
X: "Yah, salah dong?"
Ed: ....

Sesi dialog pun ditiadakan karena narasumber salah stasiun TV.

#2
Saya mengundang ketua umum asosiasi terkait kendaraan bermotor. Dia terkenal sebagai perempuan tangguh tetapi tetap memerhatikan penampilan. Saya membuat tema dialog yang mengharuskan dia berdialog bersama seorang pengamat transportasi.

Ed: "Bu, besok live dialognya sama Bapak Y ya."
Mrs X: "Loh, kok mbak nggak bilang harus live sama dia? Mbak curang nih nggak bilang dulu."
Ed: "Memangnya kenapa, bu? Supaya live dialog lebih atraktif."
Mrs X: "Saya nggak jadi aja deh live di studio. Masa saya disandingkan dengan level pengamat? Yang sekaliber saya dong, sesama ketua atau direksi."
Ed: (karena nggak mau rugi kehilangan narasumber penting) "Baik, bu. Kalau Ibu maunya begitu, besok live dialog Ibu dengan anchor saja."
Mrs X: "Ok, kalau begitu saya mau."

Baiklah, demi Ibu yang tampilannya hits banget di layar kaca.