Wednesday, February 4, 2015

Review: Chic & Darling

A good pillow is such a perfect sleep partner.

Sebelumnya, saya termasuk cuek untuk dekorasi rumah. Rumah ditata seadanya karena kalau semarak dengan hiasan dan lain-lain kesannya rumah sempit. Jujur, saya pun malas ngelap bersihin debu. Mendingan nyuci piring, baju, atau masak dibanding nyapu, ngepel, dan ngelapin debu.

Bermula dari year end sale up to 70%, saya jadi suka beli bantal. Yes, jenis cushion buat sofa dan bantal tidur.

Saya follow Instagram Chic and Darling gara-gara Alodita. Owner Chic and Darling adalah kakak iparnya. Koleksi cushion cover, tea towel, quilt, dan art print-nya lucu-lucu banget. Tetapi, yah harganya agak kemahalan ya bagi saya. 

Cushion cover atau plus insert bantalnya berkisar Rp190 ribu-Rp250 ribuan, tea towel seharga Rp85 ribu, art print di atas Rp100 ribu tanpa frame, dan quilt sekitar Rp300 ribuan.

Saat year end sale pada November tahun lalu, bantal-bantal lucu itu harganya bisa turun sampai Rp40 ribuan! Tea towel, quilt, dan art print diskon 50%! Aaakkhhh kalap gilaaaa!

Saya end up berbelanja berkali-kali! Pertama, saya pesan tea towel dan art print. Kemudian, eh kok murah bener ya cushions-nya, beli deh dua buah size 45x45 plus insert dan quilt!




Ketiga, saya pesan dua cushions plus inserts size 30x50 yang saya kira segede bantal kepala. Ternyata bantal kecil buat dedek bayi. Hahahaha.

Keempat, saya beli art print sebagai kado ultah suami. Tetapi, dia sempat kecewa saya kasih art print "I LOVE YOU MORE THAN ALL THE STARS". Padahal udah dibeliin tiket dan booking hotel di Bangkok. Akhirnya, saya beliin Jansport juga deh.



Ada cerita seru di balik order art print ini. Saat diterima pertama kali, art print ini dikemas dengan lapisan bubble wrap dan kardus coklat sesuai size framed art print ini. Sayang banget, art print yang saya terima retak dan pecah kacanya. Pengiriman melalui JNE lho!

Saya panik karena ini adalah hadiah untuk suami yang akan ulang tahun ke-30 tahun dalam beberapa hari ke depan. I didn't want to ruin my plan. Saya kontak Chic and Darling via email tentang damage ini. Thankfully, mereka sangat responsif dan bersedia mengganti damaged art print dengan yang baru tanpa biaya tambahan. Padahal saya siap membayar kurir express delivery supaya tiba tepat waktu. 

Pengiriman sempat tertunda sehari karena aksi demo di Bundaran HI. Tetapi, Chic & Darling masih berbaik hati menggunakan jasa GO-JEK, menggantikan kurir mereka. Terima kasih sekali, art print yang baru, saya terima pada Kamis (17/12) di mana esoknya suami saya ultah. 

Excellent customer service yang belum tentu saya temukan pada online shop lainnya.

Kelima, saya kalap dengan floor pillow size 70x70 cuma Rp140 ribu! What a very good bargain! Apalagi saya emang suka nonton tv sambil numpuk bantal buat senderan.



Keenam, saya beli empat cushion covers only dan satu tea towel. Kali ini, saya menjadikannya sebagai kado untuk just married couple.

Ketujuh, saya beli, yes beli lagi, bantal size 40x60 yang pas buat bantal tidur. Empuk banget karena saya ngga alami sakit leher atau punggung setelah hampir 2 tahun tidur tanpa bantal kepala.

Kedelapan, the very last one (I promise): another discounted floor pillow 70x70 gara-gara masih ada stok padahal udah bulan Januari 2015!

Kenapa jadi gila bantal dan belanja di Chic and Darling? Hmm.. motifnya tuh Instagram material banget,cantik buat difoto! Nyaman dan bahannya bagus, tidak tipis, atau ecek-ecek. Packaging-nya juga niat. Seems like everything detail is perfectly curated.



Suami sampe geleng-geleng kepala saya belanja bantal terus. I told him it's such an investment. Investasi kok bantal, reksa dana atau saham dong. Begitu protes dia. Well, yang jelas aktivitas menonton tv dan tidur kami semakin mantab dengan bantal-bantal ini.








Monday, January 12, 2015

Your JOB exposed

Jumat (9/1), Bloomberg TV Indonesia mengundang sosok di balik penyedia lowongan kerja online Jobstreet.com Indonesia. Honestly, saya penasaran dengan cara kerja market leader di industri ini.

Ibu Faridah Lim sebagai Country Manager Jobstreet.com Indonesia bersedia hadir ke studio, membahas seluk-beluk pencari kerja dan bisnis penyedia lowongan kerja online.

Dari percakapan saya dengan beliau, ternyata persentase terbesar member Jobstreet.com bukanlah fresh graduate melainkan exprienced employee. Orang-orang yang sudah memiliki pekerjaan tetap tetapi masih ingin mencari pekerjaan yang lebih baik (better salary, better opportunity, dan better-better lainnya).

Oleh karena itu, job fair yang membludak tidak melulu mencerminkan tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Menurut Bu Faridah, justru pengunjung job fair kebanyakan sudah bekerja, hanya ingin liat-liat peluang yang lebih baik.

Fakta lain yang diungkapkan Bu Faridah adalah para first jober yang gampang goyah menjalani pekerjaan pertamanya. Mereka ini adalah fresh graduate yang berprinsip "Yang penting gue kerja aja dulu" alias ngga milih-milih pekerjaan dan melamar ke jenis pekerjaan apapun. 

Sayangnya, yang tipe begini biasanya ngga bertahan lama di kerjaannya tersebut. Alasan klasiknya, kerjaan ngga asik, ngga cocok dengan bos atau mengincar pekerjaan dengan gaji lebih tinggi. Lamanya bekerja bisa hitungan minggu, bulan, intinya less than 1-2 years. Inilah problem yang dihadapi perusahaan, mencari pegawai dengan loyalitas tinggi pada masa kini.

Tetapi, di satu sisi, fresh graduate itu lebih mudah mendapatkan pekerjaan dibandingkan dengan experienced job seeker. Mereka biasanya melamar untuk management trainee.

Sektor yang menjadi incaran para member Jobstreet.com Indonesia antara lain: perbankan, manufaktur, ritel, consumer goods, dan properti. 

Tampaknya, media ngga favorit ya meskipun banyak perusahaan media membuka lowongan kerja melalui Jobstreet.com.

Failed job recruitment
Siapapun pasti mengalami kegagalan setelah menjalani sesi wawancara kerja atau tidak lanjut ke tahap berikutnya. I failed like more than five times, like seriously. Depressed? Oh sure, apalagi failed melamar pekerjaan yang diidamkan banget. Sulit rasanya menerima kegagalan.

Tetapi, Bu Faridah membukakan mata saya bahwa kegagalan melamar kerja tidak berarti diri kita jelek. Dia menjelaskan, seseorang bisa gagal diterima kerja di suatu perusahaan karena dua faktor.

Pertama, kualifikasi pelamar tidak sesuai dengan profil perusahaan. Misalnya, pelamar lulusan luar negeri dinilai high profile bagi perusahaan yang domestic oriented.

Kedua, pelamar overqualified. Agak mirip lah dengan ketidakcocokan dengan profil perusahaan. Entah minta gaji ketinggian, pengalaman kerja yang terlalu "wow" bagi perusahaan tersebut.

Dari obrolan tersebut, saya jadi sadar bahwa kegagalan memang bukan akhir dari segalanya. Apalagi gagal diterima kerja di perusahaan idaman. Move on, cari perusahaan lain yang menghargai kita dengan layak.

PS: 
Saya mendapatkan pekerjaan profesional pertama kali melalui Jobstreet.com. November 2010, saya bergabung sebagai calon reporter di harian ekonomi Bisnis Indonesia. Saya bekerja di sana selama hampir 2,5 tahun.

Tuesday, December 30, 2014

Bangkok: Shopping Paradise

Sejak dulu, Bangkok diasosiasikan dengan surga belanja. Katanya murah lah, kualitasnya bagus, modelnya up to date, online shop lokal aja belanjanya ke Bangkok.

Well, dengan kurs 1 Baht setara dengan Rp395 (saat ke money changer Rabu (10/12)), murah itu relatif ketika berada di Bangkok.

Seporsi mango sticky rice di kaki lima dijual THB50  hampir Rp20ribu. Sebungkus buah potong di Tha Chang Pier juga hampir Rp20ribu. Durian vacuum merek King sebungkus THB180. Cukup mahal untuk ukuran sebungkus oleh-oleh dibandingkan dengan di Indonesia.




Harga coklat Hershey's dan sejenisnya juga agak mahal dibandingkan dengan harga di Singapura, sekitar THB200 sebungkus gede, yang biasa jadi oleh-oleh.

Yes, I did mall hopping di sekitar Siam: Siam Paragon, Siam Discovery Center. Belanja? Enggak sama sekali karena ya tipikal mall-mall di Jakarta, ngga jauh beda retailers yang ada di sana. Perbedaan sih pada dekorasi Natal yang heboh dan semarak di luar mall.

Did I shop for myself? Well, not that much. I just bought myself a local made pashmina at Taling Chan Floating Market.

Saat ke Chatuchak Weekend Market, rata-rata harga termurah yang ditawarkan adalah THB100 untuk aneka souvenir, seperti dompet koin isi 4, gantungan kunci, dan magnet kulkas gajah isi 5 per kemasan.

Ssttt, kalau beli banyak, harganya bisa lebih murah. Keluarkan bargaining power saat belanja di Chatuchak dan usahakan beli minimal tiga items. Kalau ngga dapetin harga yang dimau, jangan ragu untuk pergi dari kios tersebut. Soalnya, banyak kios lain yang menjual barang yang sama dengan harga yang tidak jauh berbeda.





Tetapi, saat belanja pashmina untuk teman-teman, belinya sekali banyak di satu kios. Gara-gara kios lain buka harga tinggi banget dan bingung bisa didiskon berapa. Akhirnya, balik lagi ke toko sebelumnya setelah tanya-tanya ke beberapa kios.

Untuk oleh-oleh t-shirt dengan gambar ikonik Bangkok, harga termurah memang THB100. Tetapi, kaos dengan kualitas bahan dan sablonan lebih bagus, harganya bisa THB150-THB180.

Chatuchak emang luas banget dan terbagi ke beberapa area. Mirip dengan Pasar Senen dengan lorong sempit tetapi bebas bau dan bersih. Barang yang dijual lucu-lucu dan rasanya pengen dibeli semua: tas, cushion cover, table runner, lampu gantung, peralatan makan berbahan kayu, lukisan, dan lain-lain.



Suami merhatiin kalau turis yang bawa banyak tentengan belanja adalah turis Asia. Adapun turis bule jarang terlihat belanja, adanya suka window shopping di Chatuchak.




Pas di MBK, t-shirt oleh-oleh Bangkok dijual dengan harga lebih murah THB1, yakni THB99. Hmmm.. Lebih murah dikit ya tetapi ngga ngecek kualitas bahan dan sablonan kaosnya.

MBK itu seperti ITC dengan beragam toko dengan barang dagangan masing-masing. Saya beli oleh-oleh camilan khas Thailand di salah satu toko oleh-oleh di MBK. Harganya cukup bersaing, camilan dried mango dibandrol THB200 untuk tiga bungkus. Rata-rata harga camilan buah-buahan kering berkisar THB40-120, tergantung ukuran dan jenis buahnya.




Saya senang menemukan daging kelapa kering (dried coconut) seharga THB60, belum dicoba sih. Katanya rasanya manis.

Secara keseluruhan, Bangkok menawarkan sensasi belanja yang tidak jauh berbeda dengan Jakarta. Ada mall dengan sejumlah toko high brand, ada pasar yang bisa ditawar bahkan ITC yang juga bisa ditawar harganya.

Wednesday, December 24, 2014

Sweet Escape to Bangkok

Sawasdee khaaaa!

Awal tahun, tidak ada rencana menginjakkan kaki ke negeri Gajah Putih. Rasanya tahun ini kami cukup bersenang-senang dengan menyambangi Singapore pada wedding anniversary dan Bali pada pertengahan tahun.

Ketika THR ditransfer jelang lebaran lalu, berasa kaya mendadak dan pengen liburan lagi. Tanpa ba-bi-bu langsung browsing tiket dan hotel ke Bangkok, not Phuket.
Setelah membandingkan AirAsiaGo, Traveloka, dan Nusatrip, saya memilih pesan tiket via Nusatrip. Duit Rp4,4juta dibayarkan untuk tiket PP AirAsia untuk dua orang tujuan CGK-DMK (12/12) dan DMK-CGK(15/12).

Sengaja pilih keberangkatan tanggal 12 Desember buat ngerayain ultah ke-30 tahun my beloved hubby.

Rejeki anak sholeh, dapat penginapan harga promo seharga THB3000 untuk tiga malam di Best Western Klassique Sukhumvit. Hotel jaringan internasional dengan akses BTS On Nut, berjalan kaki sekitar 10 menit.

Selama 4 hari di Bangkok, kami hanya membawa uang THB10.000 (pecahan seribu baht) dan SGD12 yang ditukar baht di bandara Don Mueang, buat receh bayar bis dan skytrain.

Day 1:
Dari DMK, naik bis A1 tujuan Mo Chit BTS. Ongkosnya THB30. Supir dan keneknya adalah ibu-ibu gahar, rapih, dan pakai kitten heels. Uber fierce!
Sampai di Mo Chit BTS, kami siap merealisasikan itinerary yang dibuat last minute.

Itinerary:
- Madam Tussauds
- Siam Ocean World
- Dinner di Chocolate Ville

Realisasi:
Beli tiket online combo Madam Tussauds dan Siam Ocean World untuk dua orang total THB2.880, bayarnya pakai kartu kredit sekitar Rp1,1jutaan.
Ngga berhasil ke Chocolate Ville (hiks) gara-gara badan ngga fit, kecapean ngiterin mall Siam: Siam Discovery World, Siam Paragon, dan Siam Square.


Foto sama Proklamator RI


Begitu sudah menjelajahi Madam Tussauds dan Siam Ocean World, kami sempat makan siang di food court Siam Discovery World yang menggunakan sistem kartu macam Eat & Eat. Sempat jajan di Paragon Food court, seperti es campur dengan kuah santan dan biji lotus.

Long live the Queen!
Sore hari, sampai juga di Hotel BW Klassique. Hotelnya terlihat dari skytrain karena letaknya di pojokan dan dilintasi jalan layang dan jalur BTS. Dari On Nut BTS, jalan kaki lumayan 10 menitan. Di sepanjang jalan, banyak pedagang kaki lima. Ya amplop, sami mawon sama Jakarta. Untunglah dekat hotel ada Sevel, yang rame dan cukup ngantri. Mampir dulu beli air mineral, susu, dan roti buat sarapan.


Akuarium sedalam 6,5 meter 
Happy ketemu Penguins
BW Klassique Sukhumvit, hotelnya cukup nyaman meskipun tanpa sarapan. Kamarnya tidak terlalu besar, ada AC, tv dan mini fridge. Ada jendela yang pemandangannya atap rumah orang, hehehe. Kamar mandi pakai shower panas-dingin, seated toilet, dan ada toiletteries. 

Kasurnya nyaman dan dikasih empat bantal empuk. Malam pertama di Bangkok tidur nyenyak banget. Ya iyalah pake nggak enak badan segala: flu dan batuk.


Day 2:
Itinerary:
- Taling Chan Floating Market
- Grand Palace
- Wat Pho
- Wat Arun
- Asiatique Riverfront
- Khaosan Road

Realisasi:
Bangun pagi, sarapan, lanjut ke Taling Chan. Penasaran ke floating market gara-gara dikomporin rekan kantor, mas Thomas. Setelah browsing, floating market ternyata di pinggiran Bangkok, bukan di tengah kota. Taling Chan floating market diklaim oleh Travelawan sebagai floating market terdekat dari Bangkok.

Kami naik skytrain dari On Nut BTS ke Bang Wa BTS, turun di interchange Siam menuju tujuan terakhir dari Silom Line, ongkosnya THB52. Setelah turun di Bang Wa, naik taksi ke Taling Chan. Untung dapat taksi yang pakai argo dan supirnya bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Kami tiba di Taling Chan pukul 09.00 pagi. Aktivitas pasar ramai, banyak pedagang yang berjualan. Jadi bentuknya seperti pasar di lorong panjang, nah di ujung lorong ada dermaga kecil, ada pedagang seafood yang tempat makannya mengapung di atas sungai.


Taling Chan Floating Market
Kami membeli tiket tur ke tiga floating market seharga THB99 per orang. Kapal jenis long tail boat berangkat pukul 09.45. Penuh terisi turis, sekitar 20an orang. 

Perjalanan dimulai dengan menyusuri kanal. Kapal melewati kanal atau sungai di tengah pemukiman penduduk. Jadi, di depan atau belakang rumah warga lokal, ada gerbang kecil menuju kanal. Bahkan setiap rumah hampir punya sampan. Pedagang terapung juga lalu-lalang melalui kanal.

Kami singgah ke Lad Mayom Floating Market dan Wat Saphan Floating Market dengan lama perjalanan hingga 3 jam sampai balik lagi ke Taling Chan.

Wujud pasar ini, berada di tepi kanal. Jadi, tetap seperti pasar tradisional pada umumnya. Bedanya ini bersih, teratur, bahkan WC umum aja bersiiih banget. 

Bayar lho THB5 untuk pakai toilet umum di pasar.Di sini ada yang jual makanan, tentunya. Di floating market Taling Chan, jajan spring roll semangkuk kecil THB30. Di Lad Mayom, jajan seporsi pad thai THB30 sedangkan di Wat Saphan jajan mango sticky rice seharga THB50.

Dari Taling Chan, kami lanjut menuju Grand Palace. Naik skytrain dari Bang Wa,turun di Saphan Taksin BTS. Keluar BTS, segera ambil arah ke dermaga Chao Phraya Express Boat. Kami beli one way ticket THB40 per orang. Turun di Tha Cang Pier, dermaga menuju Grand Palace. Kalau ingin ke Wat Pho dan Wat Arun, turun di dermaga Tha Tien Pier.

Sampai di Tha Cang Pier, kami makan siang, sekitar pukul 14.00. Jajan khao pad atau nasi goreng dan Thai ice tea, masing-masing THB50 dan THB25.

Pukul 15.00 kami baru masuk Grand Palace setelah beli tiket seharga THB500 per orang. Grand Palace tutup pukul 16.30 sehingga waktunya mepet banget.

Setelah muterin kompleks Grand Palace dan foto-foto, kami memutuskan untuk ngga ke Wat Pho dan Wat Arun. Alasannya kesorean dan kadung capek jalan-jalan.

Akhirnya, kami naik Chao Phraya Express Boat menuju Asiatique Riverfront atau mall tepi sungai Chao Phraya. Tiket one way masih seharga THB40/orang.

Nongkrong di Asiatique, muter-muter toko di kompleks itu. Mirip dengan konsep PVJ Bandung. Pengen makan enak dan proper, kami makan malam di The Pizza Company tetapi pesannya pasta. Buat dua porsi pasta, chicken fingers, air mineral, dan cola totalnya THB377.

Sekitar pukul 8 malam, kami udah berdiri cantik di dermaga Asiatique dan memilih naik express boat lagi dengan tiket THB20/orang sampai Central Pier/Saphan Taksin BTS. Orang-orang sih ngantri panjang buat free shuttle boat, kami sih bayar buat duduk, hihihi.

*** to be continued ***

Wednesday, November 12, 2014

Review: Wangsa Jelita (part 2)



"Cintailah produk-produk Indonesia," -- Alim Markus, CEO Maspion Group

Sebelumnya, saya sudah pernah mengulas tentang salah satu produk best seller Wangsa Jelita, yakni Relaxing Lavender Body Oil.

Saya merasa perlu menulis lagi tentang beauty product yang satu ini. Setelah habis sebotol body oil, terasa banget manfaatnya buat kulit.

Meskipun rajin pake body lotion dari beragam merek seperti Nivea dan Vaseline, bagian siku tetap terasa kasar, kering, dan mengelupas.

Sejak rutin pakai body oil Wangsa Jelita sebelum tidur malam, sikut terasa halus dan ngga kering mengelupas lagi. Saat ini, saya sudah pakai botol kedua body oil aroma lavender ini.

Saya penasaran dong dengan produk Wangsa Jelita lainnya. Saya cobain body lotion aroma green tea. Body lotion ini diklaim bebas paraben dan berbahan dasar alami. 

Cukup small drop of the lotion, mudah merata ke kulit. Sekalian hemat juga pemakaiannya. Tidak terasa berminyak dan cepat menyerap. Wangi green tea-nya samar-samar, berbeda dengan body lotion dengan wangi green tea semerbak. Perlu dibaui lekat-lekat untuk merasakan aroma teh hijau-nya.

Buat yang lebih sering beraktivitas di dalam ruangan, kombinasi body oil dan body lotion ini cocok banget untuk melembabkan kulit yang terpapar AC. Soalnya, body lotion Wangsa Jelita tidak mengandung UV sehingga kurang cocok digunakan untuk aktivitas outdoor.


Green tea Natural & Healthy Body Lotion
and Relaxing Lavender Body Oil

Excellent Service
Saya coba order Green Tea True Natural and Healthy Lotion ukuran 250ml dan Relaxing Lavender Body Oil 250ml melalui Elevenia

Setelah hampir seminggu status order tidak berubah dari "pembayaran diterima", saya menghubungi pihak Elevenia karena barang tidak kunjung dikirim penjual.

Kemudian Elevenia mengirimkan email yang menyatakan order saya dibatalkan karena penjual terlambat mengirimkan barang. Rasanya sedih, soalnya saya masih pengen dapetin produk Wangsa Jelita. Uang yang telah saya bayar, dikembalikan berupa credit point yang bisa digunakan untuk berbelanja lagi.

Saya menyampaikan pengalaman ini ke IG Wangsa Jelita, pihak Wangsa Jelita mengirimkan email keesokan hari dan menawarkan order kembali melalui mereka langsung. Saya ditangani oleh mbak Ira yang sangat responsif.

Akhirnya, saya bisa order body oil size 100ml dan body lotion size 100ml (spesial loh karena biasanya ngga dijual). Alasannya, mereka lagi kehabisan stok sehingga beberapa produk tidak bisa dipesan sementara waktu.

Saya puas dengan service yang diberikan Wangsa Jelita. Mereka menghargai konsumen dengan baik, ramah, dan fast response. Itu yang penting banget dari bisnis yang berbasis online.

PS: Wangsa Jelita juga dijual di Blibli.com loh!

***Update***
Dua hari lalu order kedua dari Wangsa Jelita green tea body lotion in 250ml, yang udah lama out of stock akhirnya kembali! Selain itu, beli body oil aroma sandalwood supaya ada variasi aroma.


Energizing Sandalwood Beauty Oil
dan Green Tea Natural & Healthy Lotion


Thursday, November 6, 2014

My Makeup Pouch


Every woman must bring her makeup pouch everywhere! 

So, what's inside my Cleo's lipsy makeup pouch?
- Masami Shouko refillable powder brush filled with Skinfood Buckwheat loose powder
- Etude House styling eyeliner
- Etude House drawing eyebrow
- Ardell brow sculpting mascara
- Color Show by Maybelline lipstick in Party Pink and Nude Mocha (my favorite shade)
- Figs & Rogue aloe mint lipbalm
- Maybelline The Magnum Volum' Express mascara
- Bourjois little round pot blusher in Rose d' Or

I'm both lips and eyes person. So, I can't live without brow gel, mascara, lipstick, and lipbalm.

Review: Luxola Indonesia



Makeup haul? Who doesn't love it?

Salah satu e-commerce terpercaya spesialisasi makeup atau beauty product adalah Luxola Indonesia. Sebelumnya, Luxola beroperasi di Singapura sehingga biaya shipping menjadi lebih mahal, bahkan melampaui harga produknya sendiri. Free ongkir kalau belanja di atas Rp300 ribu.

Tetapi, dua bulan terakhir, Luxola resmi ekspansi ke Indonesia dan pengiriman produk pun dilakukan dari sini. 

Terkait biaya shipping, kalau belanja kurang dari Rp100 ribu, biaya ongkir bisa mencapai Rp100 ribu! Jadi, mendingan belanja minimal Rp100 ribu supaya free shipping fee! YAY!

Kekurangannya, sejak Luxola Indonesia resmi beroperasi, jumlah dan variasi produk yang dijual terbatas. Tadinya jual lip scrub Sara Happ, sekarang tidak ada sama sekali.
Merek-merek yang terdapat di Luxola Indonesia seperti Cottage, Maybelline, Beauty Blender, Ecotools, Bourjois, Real Techniques, Mane 'n Tail, Bioderma, dan lain-lain.

Serunya nih, Luxola sering banget ngasih promo kode diskon sekitar 20%-30%. Bahkan pernah sekali ngasih diskon 35% yang berakibatnya down-nya sistem Luxola. TBH, i was one of WOW35 fiasco's disappointed customer. It happened on Halloween night.



Mane 'n Tail Herbal Gro

Komplain dong ke IG Luxola, eh ngga disangka dikirimi email dari CS Luxola yang menjelaskan kode diskon error. Ternyata, kode diskon WOW35 itu adalah yang terbesar yang diberikan Luxola dan antusiasme tinggi customer bikin web error!

Saya ditawarin kode diskon yang baru, tetap diskon 35%. Duh, siapa sih yang nggak tergoda? Alhasil, klik-klik belanja Bourjois Little Round Pot Blusher Rose d'Or dan lipstick Color Show by Maybelline, seharga total Rp121.550. 


Maybelline mascara & clear nail polish and L'oreal makeup remover

Luxola emang beda dari e-commerce atau online shop lain. Kemasan yang dikirimkan ke pelanggan, ciamik bener. Produk dikemas dalam bubble wrap dan dimasukkan ke dalam paper bag cantik berlogo Luxola. Serasa dapat kado deh!

Proses pengiriman barang sekitar 2-3 hari sejak menyelesaikan pembayaran. Pilihan pembayaran juga variatif: transfer ATM, online banking, dan kartu kredit.

It's quite recommended kok walau ada customer yang komplain melalui comment IG Luxola.