Posting blog perdana tahun ini. Saya ingin mengapresiasi film musikal The Greatest Showman yang ditonton pada 1 Januari 2018. Film ini terinspirasi dari kisah hidup Phineas Taylor Barnum (P.T. Barnum), pengusaha legendaris di bidang hiburan dari Connecticut, Amerika Serikat.
Showing posts with label Movie. Show all posts
Showing posts with label Movie. Show all posts
Wednesday, January 3, 2018
The Greatest Showman
Posting blog perdana tahun ini. Saya ingin mengapresiasi film musikal The Greatest Showman yang ditonton pada 1 Januari 2018. Film ini terinspirasi dari kisah hidup Phineas Taylor Barnum (P.T. Barnum), pengusaha legendaris di bidang hiburan dari Connecticut, Amerika Serikat.
Monday, March 27, 2017
5 Hal Inspiratif dari Film Hidden Figures
Akhir pekan lalu saat suami dinas luar kota, saya menyempatkan diri melakukan "me time" dengan menonton film Hidden Figures di satu-satunya bioskop yang menayangkan film ini, XXI Plaza Senayan, Jakarta.
Thursday, March 24, 2016
Review: Century Healthcare Delivery
Pernah beli obat-obatan by phone dan diantarkan kurir di alamat tujuan? Awal pekan ini, saya mencoba fitur delivery dari salah satu apotik ternama, Century Healthcare.
Karena lagi promil, saya wajib konsumsi obat Profertil pada hari kedua menstruasi sebanyak dua tablet per hari hingga lima hari ke depan.
Biasanya saya membeli langsung di apotik RSB Asih seharga Rp200 ribuan per 10 tablet. Kali ini rasanya malas untuk pergi ke sana karena berbarengan dengan bentrokan driver taksi vs driver ojek apps based. Takutnya nggak ada yang narik.
Saya browsing kontak Century Healthcare di website resmi mereka. Saya cari kontak outlet Century terdekat, yakni di Citiwalk. Saya telepon untuk menanyakan stok obat tersebut. Hasilnya nihil! Tetapi, mbak Century dengan baik hati menyebutkan lokasi outlet yang masih menyediakan stok obat.
Rekan kerja saya menyebutkan Century melayani delivery. Saya cek lagi website-nya dan menemukan kontak khusus delivery 14060.
Telepon saya dijawab oleh mbak Lela. Obat Profertil bisa dipesan seharga Rp187 ribu per 10 tablet. Loh kok lebih murah dari apotik RSB Asih ya?
Karena pembelian saya di atas Rp50 ribu, saya dapat free ongkir. Mbak Lela menyampaikan obat diambil dari warehouse di Mampang sehingga lama pengantaran bisa 1,5-2 jam. Saya tidak masalah dengan durasi pengiriman obat.
Pembayaran dilakukan secara cash on delivery dengan kurir yang mengantar obat. Sekitar 1,45 jam kemudian, kurirnya tiba. Saat itu cuaca sedang tidak bersahabat dan dia sempat kehujanan.
Setelah menyerahkan uang, saya menandatangani struk tanda terima. Obatnya asli dan dikemas seperti saat kita berbelanja di outlet Century Healthcare.
Monday, September 28, 2015
Review: The Intern
Saya jarang bikin review film karena pasti banyak yang lebih expert dalam mengulas film. Biasanya saya cuma komen, "it's a must see movie, very recommended," sort of.
Tetapi, saya merasa perlu membahas film The Intern ini karena sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari.
Alasan saya ingin nonton film ini adalah Anne Hathaway. Tanpa sadar, saya selalu menonton film yang dia bintangi. Sejak zaman Princess Diary, Brokeback Mountain, Ella Enchanted, The Devil Wears Prada, Bride Wars, Alice in Wonderland, Les Miserables, Batman Returns, hingga Interstellar.
Saya mengagumi wajah cantik Anne dan fashion sense-nya. Favorit saya, indeed, The Devil Wears Prada. She's perfect in portraying Andrea Sachs. Postur tubuh tinggi dan ramping, senyum lebar merekah, dan mata belo, bikin Hathaway sangat cantik mengenakan aneka pakaian.
Dalam The Devil Wears Prada, dia sangat chic dengan atasan kemeja putih dan dilapisi sweater lengan panjang, serta celana pantalon hitam. Aksesori topi, kalung, dan clutch. Trés chic!
Saat menonton trailer The Intern, saya tertarik karena kangen Hathaway berperan sebagai perempuan stylish seperti di The Devil Wears Prada.
Ditambah lagi ada Robert de Niro, yang saya notice main di Malavita, salah satu mafia kesayangan yang filmnya gak bosen ditonton berulang kali.
The Intern bercerita tentang pensiunan yang magang di perusahaan e-commerce masa kini. Terlihat jelas gap antara generasi X dengan generasi Y, dari cara berpakaian, stationary, dan tutur kata.
Persahabatan terjalin antara anak magang dengan orang nomor satu di perusahaan tersebut, tanpa melihat usia dan latar belakang.
Hathaway berperan sebagai Jules Ostin, perempuan karier yang sukses dengan startup fashion yang dirintisnya dalam 18 bulan, fashion conscious, memiliki putri yang adorable, dan suami yang rela menjadi stay at home dad alias tidak bekerja kantoran.
Kehidupan Jules terlihat sempurna dan begitu diidamkan perempuan masa kini. Seorang istri yang dibebaskan suami untuk berkarier di luar rumah, memimpin perusahaan yang melejit dengan cepat, masih bisa bercengkrama dengan anak pada pagi sebelum berangkat kerja dan saat pulang ke rumah sore hari, memiliki suami yang sangat suportif dan rela mengurus rumah tangga dan menjaga anak selagi istri bekerja.
Potret idaman perempuan saat semua aspek kehidupan berjalan seimbang.
Ternyata, tiada gading yang tak retak. Kehidupan Jules nggak sempurna amat karena suaminya selingkuh dengan ibu teman anaknya.
Jules stress karena ingin pernikahannya tetap utuh sehingga siap melepas startup miliknya ke tangan CEO baru. Sang suami selingkuh karena merasa Jules menjauh dari kehidupan mereka, terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan. What a marriage nightmare!
Robert de Niro sebagai Ben, dengan sikap wise dan kebapakannya, menjadi tempat curhat Jules, memberikan nasihat dan motivasi yang realistis dan tidak menggurui.
Bahkan Jules menyebut Ben sebagai my intern and best friend.
Sosok Jules begitu sempurna mendeskripsikan perempuan masa kini. I adore her, I want to be her. Minus the cheating part! Bagaimana menyeimbangkan peran sebagai seorang istri, ibu, dan pemimpin perusahaan.
Isu working mom masih hits di AS sana, bahkan ada scene ibu-ibu rumpi di sekolahan anak Jules, yang langsung nge-judge kalau Jules nggak bisa bikin guacamole dan cenderung beli jadi. Indonesia banget ngga sih?
Well, in my opinion, perempuan, apapun profesi pilihannya, berhak mengapresiasi dirinya sendiri dan level up her competency. And sure she needs support from her inner circle.
It's such a heart-warming movie, not that too much, you will feel tears and joy at the same time. This movie will leave you a big big smile :)
Subscribe to:
Posts (Atom)





