Monday, May 16, 2016

Review: Indomie Real Meat


Akhir pekan lalu, mata saya tertuju pada rak mie instant dan menemukan Indomie dalam kemasan karton, mirip Bakmi Mewah, dengan judul Indomie Real Meat, mie instant goreng rasa ayam jamur.

Wah, Indomie varian baru nih! Saya pun membeli mie seberat 110gr itu seharga Rp7.400 di Alfamart.

Indomie mengklaim jika mereka menggunakan ayam asli pada mie Real Meat ini. Loh yang dulu-dulu nggak pakai ayam asli?

Di balik kemasan, tertera informasi bahwa isinya terdiri dari mie, pasta berisi ayam, jamur, kecap, minyak wijen dan lain-lain, saus cabe, dan bahan pelengkap berupa daun bawang kering.


Saat unboxing, ukurannya mie jauh lebih kecil dibandingkan Indomie goreng original, yang beratnya sekitar 70-an gram. Nggak ada kecap atau minyak karena sudah ada bumbu pasta ayam jamur.


Bahan pelengkap daun bawang cukup generous. Sayangnya, saat mie ditiriskan, justru ada daun bawang yang terbuang.


Setelah mie ditiriskan, pasta dan saus cabe siap diaduk supaya rata. Wow, potongan ayam dan jamurnya beneran real. Jamur kancing dipotong pipih sedangkan potongan ayam kira-kira ukuran 1-2 cm.


Rasanya sedap, rasa manis mendominasi. Namanya juga mie goreng. Mie-nya cukup kenyal dan berminyak, nggak kering. It's delicious but not my cup of tea.

Rasa manis berminyak dari ayam dan jamur ini bikin mie terasa seperti semur di lidah saya. Saya prefer Indomie original kemasan jumbo deh, hehehe.


Friday, May 13, 2016

Review: Kelly's The Wrapping Paper Company



Ilustrator lokal semakin menunjukkan taringnya. Seiring dengan kemudahan mengakses informasi melalui social media dan website, para ilustrator ini memamerkan karyanya yang tidak kalah mengesankan dibandingkan dengan ilustrator mancanegara.

Jika menyangsikan, coba buka website Printerous yang memposisikan diri sebagai e-commerce yang memasarkan karya para ilustrator lokal dengan harga terjangkau, seperti art print, cards, t-shirt, tote bag, casing iPhone, Macbook & iPad.  Review Printerous menyusul ya!

Salah satu ilustrator lokal yang saya kagumi karyanya adalah Inez Tiara. Ibu satu putra ini mengelola online shop Kelly's The Wrapping Paper Company, yang fokus menjual paper goods, tote bag, t-shirt, pouch, camera bag, houseware, kitchenware, dan lain-lain. Profil Inez bisa dibaca di sini.

Inez juga menerima custom order, baik untuk korporat, pesta pernikahan, ulang tahun maupun perpisahan. Tentu harganya berbeda dibandingkan dengan produk ready stock di website-nya.

Karya Inez itu terkesan feminin dan penuh personal touch. Kelly bukanlah nama asli Inez melainkan nama anjing kesayangannya. Inez mendesain pouch dengan gambar beragam anjing, menunjukkan kecintaannya pada hewan ini.

Saya tertarik memesan pouch yang bergambar ilustrasi perempuan karya Inez pada akhir 2015. Bahkan saya membeli tiga pouch dengan desain berbeda supaya kembaran dengan dua adik saya. Kemudian t-shirt Little Kelly, wrapping paper, dan kartu ucapan.



Inez terus menghasilkan desain yang bikin gemes dan so irresistable. Bahkan Inez melebarkan sayapnya dengan membuka lini khusus baby & kids, Little Kelly. Saat ini, Little Kelly baru memiliki produk t-shirt, laundry bag, dan selimut. Semoga ke depannya, produknya semakin bervariasi.

Bahkan, Inez berkolaborasi dengan Chic & Darling (Baca: Review Chic & Darling) dan La Maison Patisserie asal Medan. Inez juga sering mengadakan kelas ilustrasi, bekerja sama dengan brand tertentu.

Selain itu, produk yang dipesan, dikemas dengan "niat" seolah-olah si penerima mendapatkan kiriman kado. Siapa yang nggak senang sih dan pengen balik lagi belanja?


Berikut review belanja di Kelly's The Wrapping Paper Company:

Pros
+ Desain produknya gemesin, cubanget!
+ Beragam pilihan produk dan desain untuk penggemar stationary, hobi dekor rumah atau sekadar mencari kado.
+ Suka ngasih diskon, makanya pantengin terus IG Kelly pada akhir pekan.
+ Harganya terjangkau untuk produk yang tidak mass production. Dijamin nggak akan pasaran!
+ Packaging-nya niat banget, suka deh!
+ Kelly merilis produknya secara tematik dan temukan kebutuhan kamu di website-nya.

Cons
- Hanya ada dua pilihan pembayaran: CC dan transfer bank BCA.


Thursday, May 12, 2016

Review: Althea Korea


Racun belanja kosmetik Korea kembali menjangkiti saya ketika member grup IBB posting pengalaman belanja di Althea Korea, e-commerce terpercaya yang menjual produk kosmetik original dari Korea.

Para penebar racun ini terpilih menjadi beta tester dan diberikan credit Rp600 ribu untuk belanja di Althea Korea. Siapa sih yang nggak sirik? Hehehe.

Saya sempat ngecek website Althea, ternyata belanjaan dikirim langsung dari Korea sana. Ongkirnya bisa lebih dari Rp100 ribu. Free ongkir hanya berlaku kalau belanja minimal Rp500 ribu. Duile, mesti belanja bareng temen dong kalau nggak mau kena ongkir.

Tepat pada 18 April lalu, saya iseng klik website Althea lagi. Ternyata, mereka officially launching di Indonesia dan memberikan beberapa promo yang tentu sulit untuk ditolak.

Ada tiga promo: free credit point Rp100 ribu yang bisa langsung dipakai belanja berapapun, free ongkir untuk minimal belanja Rp300 ribu (lebih terjangkau dan nggak perlu patungan sama teman), dan free Korean beauty product for any purchase!

Long story short, saya membeli Laneige Water Sleeping Mask, Witch's Pouch Selfie Perfect Eyebrow, The Saem Healing Tea Garden Green Tea Cleansing Water, Holika Holika Baby Pet Magic Mask Sheet, dan freebies Etude House Precious Mineral BB Cream Blooming Fit.


 Ada beberapa opsi pembayaran. Saya memilih transfer bank melalui ATM Bersama. Setelah menunggu 10 hari, akhirnya kiriman dari Korea tiba juga. Ini review belanja di Althea Korea.


Pros
+ Banyak pilihan produk makeup dan skincare brand Korea. Korean brand itu nggak hanya Etude House, Laneige, Holika Holika, Missha, dan The Face Shop lho!
+ Barang dijamin asli dan dikirim langsung dari Korea.
+ Melayani pengembalian barang dalam 30 hari dengan T&C.
+ Harganya bersaing bahkan bisa lebih murah dari online shop yang jual K-beauty products.
+ Ada beberapa opsi pembayaran.
+ Paket dikemas dengan sangat rapi. Althea membungkus pesanan dengan pink plastic bag, di dalamnya ada kotak box pink dilapisi bubble wrap. Setiap produk pesanan juga dilapisi bubble wrap.
+ Free sample! Saya kebagian Skinfood Black Sugar Perfect First Serum.

Cons
- Pesanan dikirim dalam 10-15 hari kerja. Para beta tester dikirimi barang lebih cepat, rata-rata 4 hari. Curiganya itu gimmick sih. Buktinya, saya perlu menunggu 10 hari untuk dikirim ke Jakarta.
- Jika masa promo free ongkir minimal belanja Rp300 ribu berakhir, tentu rasanya agak berat mengeluarkan uang ekstra untuk ongkir. Kalau mau free ongkir, harus belanja bareng sama teman hingga mencapai Rp500 ribu.


Tuesday, May 10, 2016

Review: EOS Visibly Soft Lip Balm in Vanilla Mint


Lip balm stick Evete Naturals saya habis. Well, produk ini jadi lip balm kesayangan nomor dua setelah  Vaseline Petroleum Jelly. Saya belum ingin repurchase karena tertarik mencoba lip balm Evolution of Smooth (EOS).

Saya penasaran dengan lip balm berbentuk bulat ini apalagi banyak pilihan aroma. Saya menjatuhkan pilihan pada varian Vanilla Mint karena nggak ada pilihan lain di Makeupuccino.

Setelah dua pekan pemakaian setiap malam jelang tidur, berikut review lip balm EOS varian Vanilla Mint.

Pros:
+ Kemasannya mungil bentuk bulat dan warna pastel yang cute. Sekilas mirip coklat praline.
+ Mengandung shea butter, vitamin C & E, jojoba oil, olive oil, beeswax, dan coconut oil. Klaimnya hampir 99% natural!
+ Free from petrolatum, paraben, gluten, and Phthalate.
+ Begitu dipulas di bibir, ada efek dingin dan terasa manis. Smells so good!
+ Melembabkan bibir tanpa terasa greasy or waxy.
+ Daya tahan sedang, perlu reapply sehabis makan-minum.
+ Warnanya transparan, cocok sebagai base sebelum pakai matte lipstick.


Cons:
- Di bibir saya terasa patchy tetapi nggak masalah karena daya moisturizing-nya JUARA! *ala-ala Cinta
- A bit pricey

Price:
Rp70 ribu-Rp80 ribu


Repurchase:
No

Rating:
3 out of 5


Monday, May 9, 2016

Review: Beauty Treats Lip Scrub in Almond Crème


Bibir yang sehat itu adalah bibir yang memakai matte lipstick tanpa terlihat cracking, ada fine lines atau dry out.

Seiring booming matte liquid lipstick, semakin menyadari pentingnya melakukan lip scrubbing secara rutin. Tidak hanya memakai lip scrub, pemakaian lip balm juga penting. Sehabis memakai lip scrub, jangan lupa menggunakan lip balm supaya kelembaban bibir terjaga.

Saya termasuk orang yang baru-baru ini rutin melakukan lip scrubbing. Saya baru mencoba dua produk lip scrub. Pertama, lip scrub Gulaco buatan lokal dan masa pemakaian singkat, hanya tiga bulan.

Kedua, lip scrub Beauty Treats yang baru dipakai dua pekan. Saya tahu brand ini setelah tante Maina @funjunkies nge-tweet review produk ini.

Formulanya berbeda sekali dibandingkan dengan Gulaco yang murni menggunakan gula. Berikut review pemakaian lip scrub Beauty Treats varian almond crème:

Pros:
+ Kemasan berupa pot berisi 10,5 gram. Mudah dibawa ke mana-mana.
+ Mengandung vitamin E sebagai antioksidan.
+ Formula lainnya walnut shell, beeswax, dan soybean oil yang bisa exfoliates dan melembabkan bibir.
+ Animal cruelty free!
+ Teksturnya lengket tetapi mudah dikeluarkan dari dalam pot, berbeda dibandingkan dengan tekstur lip scrub berbahan dasar gula yang mengeras.
+ Wangi almond yang nggak bikin eneg.
+ Bibir terasa lembut, lembab, dan sedikit cerah.
+ Masa pemakaian 24 bulan, jauuuhh lebih lama dari lip scrub merek lokal yang cuma tiga bulan masa pemakaian.


Cons:
- Setelah dioleskan di bibir dan didiamkan beberapa menit, ketika dibersihkan dengan air, bibir terasa greasy seperti saat membasuh tangan yang terkena mentega dengan air.

Price:
Rp40 ribu-Rp45 ribu

Where to buy:
Makeupuccino, Anaharlis

Repurchase:
Yes

Rating:
4 out of 5


Tuesday, May 3, 2016

Review: Redwin Daily Revitalising Nourishment with Cocoa & Shea Butter


Saya jatuh cinta dengan produk asal Australia ini sejak membeli Redwin Sorbolene Moisturizer with Vit E ukuran 100gr. Saya pernah bikin review untuk #SelasaCantik Annisast.com dan bisa baca di sini.

Saya tertarik membeli varian Redwin yang lain, yakni Redwin Daily Revitalising Nourishment with Cocoa & Shea Butter. Ternyata, sama-sama memuaskan hasilnya. Tetapi, for some reasons saya lebih suka Redwin Sorbolene walau wanginya agak-agak gimana gitu. 

Berikut review Redwin Daily Revitalising Nourishment with Cocoa & Shea Butter:

Pros:
+ Mengandung cocoa dan shea butter yang bagus untuk melembabkan kulit.
+ Mengandung vitamin A dan E supaya kulit lebih elastis dan glowing.
+ Wangi coklat yang bikin relax.
+ Teksturnya sedikit cair dibandingkan dengan Redwin Sorbolene Moisturizer with Vit E tetapi mudah diratakan.
+ Cocok untuk yang sering terpapar AC dan berkulit sensitif.
+ Daya tahan kelembaban cukup tahan lama untuk seharian di kantor.
+ Masa pemakaian 24 bulan.



Cons:
- Hanya tersedia dua ukuran: 75ml dan 400ml.
- Tidak bisa digunakan pada bayi.
- Harganya agak pricey.

Price:
Rp88 ribu untuk ukuran 75ml
Rp198 ribu untuk ukuran 400ml


Repurchase:
No, saya prefer Redwin Sorbolene Moisturizer with Vit E karena harganya lebih murah, hehehe.

Rating
4 out of 5


Monday, May 2, 2016

Review: Palmerhaus

Mungkin nama Palmerhaus masih asing di telinga. Tetapi, ada yang tahu Terry Palmer? Yes, merek handuk yang kualitasnya cukup bagus itu. Jadi, Palmerhaus berada di bawah perusahaan yang sama dengan Terry Palmer.

Palmerhaus ini berupa toko fisik dan toko online. Mereka mengklaim menjual handuk Terry Palmer yang kualitasnya berbeda dibandingkan dengan yang dijual di retailers.

Jangan kira Palmerhaus ini hanya jual handuk ya! Palmerhaus juga menjual beragam kebutuhan bedding, baby & kids, kitchenware, tableware, houseware, rug, furniture, anything for your house. Harganya juga cukup terjangkau.

Selain menjual melalui website-nya sendiri, koleksi Palmerhaus juga bisa ditemukan di BOBOBOBO. Tetapi, pilihan produk Palmerhaus tentu lebih bervariasi di website-nya sendiri.

Saya kebetulan ingin membeli handuk baru. Saya browsing ke Palmerhaus dan menemukan handuk-handuk lucu lagi diskon! Serunya lagi, handuk yang dipesan bisa di-personalized dengan menambahkan bordir nama. Biaya personalized ini hanya Rp10 ribu.

Ada tiga pilihan font dan empat pilihan warna bordir. Pembuatan nama dibatasi hingga delapan huruf, bisa kapital semua atau huruf kecil semua.


Mau memberikan handuk sebagai kado? Palmerhaus juga menyediakan beberapa pilihan box tetapi hanya untuk koleksi handuk tertentu. Biayanya sekitar Rp35 ribu-Rp45 ribu per box.

Handuk yang dijual memiliki tiga ukuran: bath towel, hand towel, dan washcloth. Sayangnya, saat saya berburu sale, banyak handuk ukuran bath towel habis. Kalau ada pun, warna yang tersedia kurang menarik. Palmerhaus perlu restock nih, hehehe.

Akhirnya, saya membeli handuk Zig Zag bath towel warna brown seharga Rp74.500 dan handuk Cute Animals hand towel warna green seharga Rp29.500. Tidak lupa ongkos personalized Rp10 ribu masing-masing handuk.

Ongkos kirim sebesar Rp8 ribu yang terbilang di bawah ongkir JNE Reguler. Palmerhaus menggunakan jasa Atri Express dan barang dijanjikan dikirim dalam 3-7 hari kerja.


Pesanan saya tiba dua hari kemudian, lebih cepat dari yang diperkirakan. Overall, saya puas berbelanja di website Palmerhaus. Berikut review Palmerhaus:

Pros
+ Banyak pilihan produk untuk kebutuhan rumah: furniture, lighting, bedding, tableware, kitchenware, bath, decór and pillow.
+ Ada koleksi handuk, selimut, plushies dan mainan buat bayi dan anak-anak.
+ Harga cukup terjangkau, saya menemukan sendok sup berbahan keramik hanya belasan ribu rupiah.
+ Kemudahan navigasi dalam memilih produk, ukuran, dan warna.
+ Bisa personalized dengan menambahkan nama atau inisial.
+ Ada jasa pengemasan jika ingin memberikan pesanan sebagai hadiah.
+ Free ongkir untuk belanja minimal Rp500 ribu.
+ Palmerhaus mengirimkan email notif jika pesanan sudah dikirim, beserta kode tracking.

Cons
- Hanya punya dua pilihan pembayaran: kartu kredit dan transfer bank BCA.
- Biaya ongkir bisa lebih mahal jika membeli barang yang sifatnya fragile, seperti alat makan yang berbahan keramik.