Thursday, November 21, 2019

Osaka Aquarium Kaiyukan


Aquarium, kebun binatang, atau amusement park biasanya tidak absen dalam susunan perjalanan saya ke luar negeri. Saya pun tak luput memasukkan Osaka Aquarium Kaiyukan dalam itinerary kunjungan ke Osaka untuk pertama kalinya.

Sebelum berangkat ke Jepang, saya sudah membeli tiket masuk Osaka Aquarium Kaiyukan melalui Traveloka seharga Rp296.739 atau JPY2.300. Ini patut menjadi kebiasaan sebelum traveling ke luar negeri: membeli tiket atraksi sebelum berangkat ke negara tujuan asalkan tiketnya tersedia di Indonesia. Tujuannya, supaya nggak ribet mengantri: antri beli tiket dan masuk ke wahana.

(Baca: Berjumpa Flamingo di Ueno Zoo)

Selepas dari Osaka Castle, saya bergegas naik kereta menuju Osaka Aquarium. Saya naik Osaka Metro Chuo Line dari Morinomiya Station dan turun di Osakako Station, stasiun subway terdekat ke Osaka Aquarium.

Nuansa maritim terasa kental sekali begitu saya tiba di Osakako Station. Bangunan stasiun didominasi cat biru muda dan banyak ornamen aquarium bertebaran, termasuk petunjuk arah ke Osaka Aquarium Kaiyukan.



Begitu keluar stasiun, saya menyusuri trotoar dan menemukan restoran berlogo ayam, serta bertuliskan "Chicken Shoten". Kebetulan jam makan siang, saya tertarik dan mulai membaca papan menu yang dipajang di depan restoran. Semua menunya adalah olahan ayam dan ada lunch set yang harganya tidak sampai JPY1.000.

Saya masuk ke dalam pintu yang dibuat ala restoran Jepang dan disambut oleh pelayan perempuan. Saya meminta English Menu dan menjatuhkan pilihan pada Chicken Nanban Lunch Set.

(Baca: %Arabica Arashiyama)

Tak sampai 10 menit, lunch set yang saya pesan tiba. Ternyata, chicken nanban itu adalah olahan ayam goreng tepung tanpa tulang dan ditambahkan topping saus tar-tar. Rasanya enak, alhamdulillah nggak salah pesan menu. Namun, karena masih nggak enak badan, saya nggak sanggup menghabiskan makan siang yang lezat itu.




Saya pun melanjutkan berjalan kaki ke Osaka Aquarium Kaiyukan. Aquarium ini terletak di kompleks Tempozan Harbor Village yang memiliki ferris wheel besar di pinggir Osaka Bay.

Tempozan Harbor Village adalah entertainment and shopping complex berkonsep indoor dan outdoor. Mau makan, belanja, naik ferris wheel, bisa dilakukan di sini. Sayang, lagi-lagi karena nggak enak badan, saya nggak terlalu explore Tempozan Herbor Village ini.

Saya akui Osaka Aquarium Kaiyukan memiliki tampilan bangunan paling menarik dibandingkan dengan aquarium yang saya kunjungi di Jakarta, Bangkok, dan Seoul. Warna merah dan biru, ornamen berbentuk hiu, dan desain bangunan yang unik membuat Osaka Aqurium Kaiyukan tampil menonjol di Tempozan Harbor Village.



Setelah melewati ticket gate, saya menaiki eskalator hingga ke lantai 8 dan melewati Aqua Gate yang sekilas mirip dengan terowongan di SeaWorld Ancol. Oleh karena saya datang pada hari Minggu, tentu saja situasi aquarium padat. Boro-boro foto di Aqua Gate, jalurnya padat dengan pengunjung.

Seperti aquarium yang pernah saya kunjungi, Osaka Aquarium Kaiyukan juga memiliki tema untuk area aquariumnya. Osaka Aquarium ini merupakan salah satu aquarium terbesar di Jepang dan mempunyai 15 tangki besar untuk hewan laut yang ditempatkan sesuai tema, seperti Japan Forest, Antarctica, Aleutian Island, Monterey Bay, Gulf of Panama, dan lain-lain.





Atraksi utama Osaka Aquarium Kaiyukan adalah Pacific Ocean, tangki berdiamer 9 meter sepanjang panjang 34 meter, dan terletak di tengah-tengah Osaka Aquarium. Pengunjung dapat menikmati interaksi whale sharks dan jenis ikan lainnya di tangki yang memuat 5.400 ton air.

Tangki Pacific Ocean ini dijelajahi mulai di lantai 8 hingga lantai 4. Pengunjung seolah-olah diajak mengelilingi tangki dari bagian atas hingga dasar melalui lorong spiral. Terdapat kursi yang berada tepat di depan tangki sehingga pengunjung dapat bersantai sambil melihat whale sharks.



Jujur, saya kurang menikmati Osaka Aquarium Kaiyukan ini karena minimnya penerangan di lorong spiral, lorong yang cukup sesak dengan pengunjung berkeluarga, stroller di mana-mana, dan aquarium yang terasa kecil karena konsep mengitari tangki Pacific Ocean yang lama-lama membosankan.

Saya semakin penasaran dengan S.E.A. Aquarium Singapore yang katanya jauuuhhh lebih bagus dari Osaka Aquarium Kaiyukan. Jika dibandingkan dengan aquarium yang sudah saya datangi, SEA LIFE Bangkok Ocean World adalah yang terbaik sejauh ini. Kalau saya sudah ke S.E.A. Aquarium Singapore, siapa tahu saya mengubah penilaian ini.


1 comment:

  1. Woow seaworld ala Jepang sampai 8 lantai? keren mbak ini tempatnya bikin penasaran juga nih ;)

    ReplyDelete

Halo, terima kasih sudah mampir dan membaca. Silakan tinggalkan komentar pada kolom comment di bawah. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus.